|
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar
Thursday, July 25, 2013 @ Thursday, July 25, 2013 | 2 Comment [s]
Di antara
kita mungkin pernah mendengar tanda-tanda malam lailatul qadar yang telah
tersebar di masyarakat luas. Sebagian kaum muslimin awam memiliki beragam khurafat dan keyakinan bathil seputar
tanda-tanda lailatul qadar, diantaranya: pohon sujud, bangunan-bangunan tidur,
air tawar berubah masin, anjing-anjing tidak menyalak, dan beberapa tanda yang
jelas batil dan rosak. Maka dalam masalah ini keyakinan tersebut tidak boleh
diyakini kecuali berdasarkan atas dalil, sedangkan tanda-tanda di atas sudah
jelas kebatilannya kerana tidak adanya dalil baik dari al-Quran ataupun hadis
yang menjelaskannya. Maka bagaimanakah tanda-tanda yang sebenar berkenaan
dengan malam yang mulia ini ?
Nabi sollallahu’alaihi wa sallam pernah menggambarkan kita di beberapa
sabda beliau tentang tanda-tandanya, iaitu :
1. Udara dan suasana pagi yang tenang
Ibnu
Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah sollahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu
panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang suria terbit dengan
sinar lemah berwarna merah” (Hadist hasan)
2. Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya
Dari
Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu,
bahwasanya Rasulullah sollahu’alaihi
wa sallambersabda:
“Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga
tinggi tanpa sinar terang” (HR Muslim)
3. Terkadang terbawa dalam mimpi
Seperti
yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum
4. Bulan nampak separuh bulatan
Abu
Hurairah radliyallahu’anhu pernah berkata: Kami pernah
berbincang tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah solallahu’alaihi wa sallam, beliau
berkata,
“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul,
yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim)
5. Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan,
tidak hujan, tidak ada angin kencang .
Sebagaimana
sebuah hadit, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:
“Lailatul qadar adalah malam yang
terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin
kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan
meteor bagi syaitan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan
sanad hasan)
6. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lazatnya
ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti
malam-malam lainnya.
-Wallahua’lam-
| The Disclaimer
![]()
Navigations! ![]() Follower Let's Talk! ![]()
The Credits! |