|
INSAN HUSNUL KHOTIMAH 15 SYAWAL 1436
Monday, August 3, 2015 @ Monday, August 03, 2015 | 0 Comment [s]
Kematian merupakan suatu hal yang telah ditakdirkan oleh Allah swt.
Setiap makhluk pasti akan kembali kepada-Nya. Dan setiap muslim yang beriman
tentunya ingin kembali ke pangkuan Illahi dalam kondisi yang baik dan diridhoi
oleh Allah swt, atau husnul khotimah. Sebagai makhluk ciptaan-Nya kita hanya
bisa berdoa kepada Allah swt agar diberikan akhir yang baik pada hidup kita di
dunia. Allah swt telah menetapkan tanda-tanda husnul khotimah. Berikut ini
adalah tanda-tanda husnul khotimah serta golongan-golongan yang akan
mendapatkannya :
1. Mengucapkan kalimat
syahadat ketika wafat
Rasulullah bersabda:”Barangsiapa yang
pada akhir kalimatnya mengucapkan “Laa ilaaha illallah” maka ia dimasukkan ke
dalam surga.” (HR. Hakim)
2. Ketika wafat dahinya
berkeringat
Hal ini berdasarkan hadits dari
Buraidah Ibnul Khasib, adalah dahulu ketika Buraidah di Khurasan, menengok
saudaranya yang tengah sakit, namun didapatinya ia telah wafat, dan terlihat
pada jidatnya berkeringat, kemudian ia berkata,”Allahu Akbar, sungguh aku telah
mendengar Rasulullah bersabda: “Matinya seorang mukmin adalah dengan
berkeringat dahinya.” (HR. Ahmad, AN-Nasai, at-Tirmidzi, Ibnu MAjah, Ibnu
Hibban, Al-Hakim dan ath-Thayalusi dari Abdullah bin Mas’ud)
3. Wafat pada malam Jumaat
Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah
seorang muslim yang wafat pada hari jumat atau pada malam jumat kecuali
pastilah Allah menghindarkannya dari siksa kubur.” (HR. Ahmad)
4. Mati syahid dalam medan
perang dan berjuang di jalan Allah
Hal ini terdapat dalam firman Allah
swt: “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu
mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhan-Nya dengan mendapat rezeki, mereka dalam
keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka dan
mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang
belum menyusul mereka bahwa tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak
pula mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang
besar dari Allah dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahal orang-orang yang
beriman.” (Ali Imran:169-171)
Selain itu, terdapat pula dalam hadits
sebagai berikut:
Rasulullah saw bersabda: “Bagi orang
yang mati syahid ada 6 keistimewaan yaitu: diampuni dosanya sejak mulai pertama
darahnya mengucur, melihat tempatnya di dalam surga, dilindungi dari adzab
kubur, dan terjamin keamanannya dari malapetaka besar, merasakan kemanisan
iman, dikawinkan dengan bidadari, dan diperkenankan memberikan syafa’at bagi 70
orang kerabatnya.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Seorang sahabat Rasulullah berkata:
“Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata: Wahai Rasulullah
mengapa orang mukmin mengalami fitnah di kuburan mereka kecuali yang mati
syahid? Beliau menjawab: Cukuplah ia menghadapi gemerlapnya pedang di atas
kepalanya sebagai fitnah.” (HR.
an-Nasai)
Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa
yang memohon mati syahid kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan
menyampaikannya derajat para syuhada sekalipun ia mati diatas ranjangnya.” (HR.
Imam Muslim dan al-Baihaqi)
5. Wafat karena tenggelam serta karena penyakit
tertentu seperti kolera, tuberculosis (TBC), dan busung perut
Rasulullah saw bersabda: “Mati di jalan
Allah adalah syahid, dan perempuan yang mati ketika tengah melahirkan adalah syahid,
mati karena terbakar adalah syahid, mati karena tenggelam adalah syahid, mati
karena penyakit TBC adalah syahid, dan mati karena penyakit perut adalah
syahid.” (HR.Thabrani)
Dari Hafshah binti Sirin bahwa Anas bin
Malik berkata: “Bagaimana Yahya bin Umrah mati? Aku jawab: “Karena terserang
penyakit kolera.” ia berkata: Rasulullah telah bersabda: penyakit kolera adalah
penyebab mati syahid bagi setiap muslim.” (HR. Bukhari, ath-Thayalusi dan
Ahmad)
Aisyah bertanya kepada Rasulullah saw
tentang penyakit kolera. Lalu beliau menjawab;”Adalah dahulunya penyakit kolera
merupakan adzab yang Allah timpakan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya
kemudia Dia jadikan sebagai rahmat bagi kaum mukmin. Maka tidaklah seorang
hamba yang dilanda wabah kolera lalu ia menetap dikampungnya dengan penuh
kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah
tetapkan baginya pahala orang yang mati syahid”(HR. Bukhari, al-Baihaqi dan
Ahmad)
6. Perempuan yang wafat
karena melahirkan
Dari Ubadah ibnush Shamit ra bahwa
Rasulullah saw menjenguk Abdullah bin Rawahah yang tidak bisa beranjak dari
pembaringannya, kemudian beliau bertanya : “Tahukah kalian siapa syuhada dari
ummatku? Orang-orang yang ada menjawab: Muslim yang mati terbunuh” Beliau
bersabda: “Kalau hanya itu para syuhada dari ummatku hanya sedikit. Muslim yang
mati terbunuh adalah syahid, dan mati karena penyakit kolera adalah syahid,
begitu pula perempuan yang mati karena bersalin adalah syahid (anaknya yang
akan menariknya dengan tali pusarnya kesurga).” (HR. Ahmad, Darimi, dan
ath-Thayalusi)
7. Wafat karena
mempertahankan harta dari perampok
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa
yang mati karena mempertahankan hartanya adalah syahid.” (HR. Bukhari, Muslim,
Abu DAud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Abu Hurairah berkata, seorang laki-laki
datang kepada Rasulullah saw seraya berkata: “Ya, Rasulullah, beritahukanlah
kepadaku bagaimana bila ada seseorang yang datang dan akan merampas hartaku”
Beliau menjawab: “jangan engkau berikan”
Ia bertanya; bagaimana kalau ia membunuhku? Beliau menjawab: Engkau mati
syahid. Orang itu bertanya kembali; Bagaimana kalau aku yang membunuhnya?
Beliau menjawab: ia masuk neraka.” (HR.
Imam Muslim, an-Nasa’i dan Ahmad)
8. Mati dalam membela agama
dan jiwa
Rasulullah saw bersanda: “Barangsiapa
mati terbunuh dalam membela hartanya maka ia mati syahid, dan siapa saja yang
mati dalam membela keluarganya maka ia mati syahid, dan barang siapa yang mati
dlam rangka membela agama(keyakinannya) maka ia mati syahid, dan siapa saja
yang mati mempertahankan darah (jiwanya) maka ia syahid.” (HR. Abu Daud,
an-Nasa’i, at-tirmidzi, dan Ahmad)
9. Orang yang selalu mengerjakan amal saleh
hingga akhir hidupnya, termasuk meninggal dalam keadaan sedang menjalankan
ibadah kepada Allah swt.
Dari Ali bin Abi Tholib ra, dia berkata
: “Suatu hari saya akan menunaikan sholat subuh di masjid bersama Rasulullah
saw, tapi di tengah jalan aku bertemu dengan seseorang yang sudah renta juga
mau ke masjid untuk menunaikan sholat subuh, aku terus berjalan di belakangnya,
dan ketika kami berdua sampai di masjid ternyata sholat berjamaah sudah usai,
akhirnya aku sholat subuh berjamaah dengan kakek itu, dan ketika aku salam
tahiyyat akhir si kakek tetap bersujud dan ternyata si kakek telah meninggal
dunia, lalu para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya Rasulullah,
bagaimana keadaan kakek ini di akhirat?” Rasulullah saw menjawab, “Dia masuk
surga” (HR Ahmad & Daruqutni)
10. Ketika wafat, wajahnya terlihat tenang,
damai, dan tersenyum seolah-olah ia melihat bidadari di syurga
Dari Abu Darda ra, Rasulullah saw
bersabda: “Tidak akan keluar ruhnya seorang mukmin sampai dia melihat tempatnya
di surga, dan tidak akan keluar ruhnya seorang kafir sampai dia melihat
tempatnya di neraka” (HR Al-Baihaqi)
| The Disclaimer
![]()
Navigations! ![]() Follower Let's Talk! ![]()
The Credits! |